Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

JAYAPURA (PTIMES)- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 24 tahun 2019 tentang penyempurnaan kedua surat keputusan KONI Pusat nomor 72 tahun 2018 tentang penetapan cabang olahraga, nomor pertandingan/perlombaan dan kuota atlet setiap cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Organisasi Drs. Eman Sumusi kepada pers disela-sela Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI 2020, di Jayapura, Kamis, 2 Mei 2019. “Sudah ada penetapan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum KONI Pusat No 24 tahun 2019. Dengan demikian 47 cabang olaharaga “Sementara dari 47 Cabor ini total ada 768 nomor pertandingan sehingga dipastikan emas sebanyak itu akan diperebutkan 34 provinsi,” terangnya.

Dengan adanya SK cabor ini, dia meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk mempercepat dan menyiapkan venue tempat pertandingan yang tersebar di lima klaster penyelenggara PON di Papua, yakni Kabupaten dan Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Biak, Jayawijaya dan Merauke maupun tiga kabupaten penyangga, yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen, Supiori dan Keerom. Dikatakan, SK cabor ini akan disebarkan ke 34 provinsi di Indonesia. “selama ini kan KONI di masing-masing provinsi menunggu kepastian soal cabang olahraga yang akan digelar di PON 2020. Dengan adanya SK ini, mereka bisa segera menyiapkan atletnya,” ujar Eman. Pria yang juga sebagai Sekretaris tim pengawas dan pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020, juga meminta kepada Dinas Olahraga dan Pemuda Papua untuk segera melakukan koordinasi dengan Tecnical Delegate (TD) yang belum menetapkan lokasi venuenya. “kan sampai saat ini ada empat cabor yang belum putuskan tempat (venue) pertandingannya, jangan lama-lama, secepatnya koordinasi dengan TD dari induk organisasi cabor di pusat,” kata Eman tanpa menyebutkan cabor yang masih tarik ulur soal lokasi pertandingan. Emang juga mengakui jika, proses pembangunan venue sebagai tempat pertandingan progresnya sangat cepat. Namun, ia mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Papua venue yang ada di daerah yang perlu percepatan pembangunan. “kalau venue di Jayapura progresnya sangat bagus, daerah yang harus dipacu lagi, sehingga awal tahun depan bisa rampung seluruhnya,” bebernya. Lanjutnya, Provinsi Papua juga akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Pelajar Paralimpic. Dari dua event Nasional itu, Papua bisa belajar bagaimana mengelola satu penyelenggara multi event. “Kalau di Popnas hanya 20 cabang olahraga dan penyelenggaraannya di klaster Kota dan Kabupaten Jayapura, kalau PON mempertandingan 47 cabang olahraga tersebar di lima klaser, ini menjadi perhatian dari PB PON dan semua stakeholder lain yang terlibat nanti,” bebernya. Disisi lain, kata Eman, pembangunan venue PON juga harus diikuti dengan Informasi dan Teknologi (IT). “ini tantangan bagi Papua, IT perlu mendapatkan perhatian intens, dan organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta,” pungkasnya.

Editor: HANS BISAY

Top
error: Content is protected !!